Luhut Sebut Indonesia Salah Satu Negara Super Power Karbon Kredit

- Jumat, 26 November 2021 | 10:33 WIB
Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau hutan mangrove di bali (Dok: maritim.go.id)
Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau hutan mangrove di bali (Dok: maritim.go.id)

HALLOTERNATE.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan mengatakan bahwa tanaman mangrove memiliki manfaat dan berkontribusi besar dalam penyerapan karbon dioksida atau gas rumah kaca. Hal ini diungkapkan Menko Luhut kepada awak media saat meninjau lokasi penanaman Mangrove di Bali, Jumat, 26 November 2021.

Menko Luhut menjelaskan saat ini pemerintah telah memiliki program restorasi mangrove seluas 600 ribu hektare dan telah berjalan untuk diwujudkan. Penanaman magrove yang berada di wilayah Bali, itu merupakan bagian dari program restorasi mangrove yang telah dicanangkan.

“Selama ini dan tahun depan mungkin hampir 200 hektare (sudah) direstorasi dan itu masih sebagian besar didanai oleh APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara),” ujarnya, seperti dikutip halloternate.com dari laman maritim.go.id.

Baca Juga: Akses Vaksin Covid-19 Belum Merata, Negara G20 Sepakat Bantu Suplai Vaksin

Pada gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 tahun 2022 di Bali mendatang, kata Menko Luhut, Presiden Joko Widodo akan menyampaikan pesan kepada pemimpin dunia dalam forum terkait pentingnya restorasi Mangrove untuk menghasilkan karbon kredit. Hal ini dikemukakan supaya negara-negara atau pemimpin dunia tidak hanya bicara konsep tapi melakukan tindakan nyata dan rill, seperti yang sudah dilakukan Indonesia saat ini.

“Jadi Presiden mengirim pesan, kita jangan ngomong-ngomong saja dalam pertemuan tinggi dunia. Karena program ini didanai 1,2 miliar Dolar AS,” bebernya.

Baca Juga: Road to AVPN 2021 Diharapkan Bangkitkan Kepercayaan Dunia MICE Internasional

Menurut Menko Marves besarnya luasan restorasi mangrove yang dilakukan Indonesia akan memberikan nilai berupa karbon kredit, sehingga hal ini dinilai penting dan berharga serta menjadi nilai lebih bagi Indonesia.

Karena itu, lanjut dia, pihaknya bersama Kementerian Keuangan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perdagangan, PT Perusahaan Listrik Negara, dan Otoritas Jasa Keuangan sedang menyelesaikan aturan turunan terkait karbon kredit yang dimaksud.

Halaman:

Editor: Harianto Daud

Sumber: maritim.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menteri BUMN Erick Thohir Resmi Jadi Anggota Banser

Selasa, 30 November 2021 | 09:51 WIB

Pemerintah Hormati Putusan MK Terkait UU Cipta Kerja

Selasa, 30 November 2021 | 05:44 WIB
X