Kagum Sikap Gibran, Refly Harun: Yang Berlebihan Itu Pendukung Presiden Jokowi

- Sabtu, 15 Januari 2022 | 17:56 WIB
Pakar hukum tata negara, Refly Harun mengomentari Lagu Ayo Ngopi KSAD Jenderal Dudung (Istimewa/Tangkapan Layar)
Pakar hukum tata negara, Refly Harun mengomentari Lagu Ayo Ngopi KSAD Jenderal Dudung (Istimewa/Tangkapan Layar)

HALLOTERNATE.COM - Sikap Gibran Rakabuming Raka yang tak menggubris laporan Ubedilah Badrun ke KPK, menuai decak kagum pakar hukum tata negara, Refly Harun.

Menurut Refly Harun, hal tersebut patut diapresiasi jika memang merasa tidak bersalah.

"Jadi kalau ada pelaporan yang seperti ini ya santai saja. Kalau memang tidak ada buktinya," tutur Refly Harun, dikutip halloternate.com dari akun YouTube-nya yang diunggah pada Jumat, 14 Januari 2022.

Baca Juga: Polemik Gibran dan Kaesang, Sri Mulyani Seharusnya Paham Lalu Lintas Keuangan yang Mencurigakan

Refly Harun justru menyoroti tindakan pendukung Presiden Jokowi yang mencoba melaporkan balik Ubedilah Badrun, atas pencemaran nama baik terhadap Gibran.

"Nah yang berlebihan itu adalah para pendukung Presiden Jokowi yang tiba-tiba main lapor ke kepolisian balik. Ini kan tidak produktif bagi bangsa," ujarnya.

Refly mengatakan, pelaporan Ubedilah ke KPK terhadap Gibran dan Kaesang merupakan kontrol masyarakat, agar keluarga presiden bisa lebih berhati-hati dan tidak sembarangan.

Baca Juga: Ketua Relawan Jokowi Mania Polisikan Ubedilah usai Laporkan Gibran dan Kaesang ke KPK

"Apalagi Gibran juga pejabat publik. Sudah anak presiden, pejabat publik pula. Sekali lagi tidak boleh main lapor melaporkan dalam konteks ada orang melaporkan dalam kasus korupsi, tiba-tiba dilaporkan pencemaran nama baik dan sebagainya," tuturnya.

"Karena yang dilaporkan itu adalah anak presiden yang juga pejabat publik. Jadi enggak ada masalah seharusnya, yang penting kita mengikuti saja proses yang fair dari KPK," sambungnya.

Halaman:

Editor: Nurkholis Lamaau

Sumber: YouTube Refly Harun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPK Ganti Istilah OTT, Firli Bahuri Ungkap Alasannya

Kamis, 27 Januari 2022 | 16:47 WIB

Diduga Ada Perbudakan di Rumah Bupati Langkat

Selasa, 25 Januari 2022 | 13:07 WIB
X